Seianjutnya juga diberitahukan bahwa prajurit-prajurit dari Medhangkumuwung masih mengejarnya, untuk itu kepada Srisadana diperintahkan untuk bersiap-siap menghadapinya.Musuh yang mengejar Dewi Sri, sesampai di dhukuh Medhangagung, dapat dialahkan oleh Raden Sadana.

dia dating diaji-27dia dating diaji-57

Ki buyut diharap datang di Medhangagung dengan membawa bekal benih palawija, bibit kelapa, lombok dan terong.

Kepada buyut Sondhang, Raden Sadana mengatakan akan melanjutkan perjalanannya menuju ke Medhangtamtu, ke tempat kyai buyut Wangkeng.

Setelah siap semuanya buyut Sondhang berangkat dengan isteri dan segenap buyut-buyut Medhanggpwong, menuju ke Medhangagung.

Dewi Sri menerima kedatangan raden Sadana, yang melaporkan tugas untuk membebaskan ki Wangkeng telah diselesaikan.

It was written: “Muk-keum (묶음)” which is a slang term that is popularly used by the teens and means “Don’t feed the worthless rumor.” Netizens now believed that the rumor was false. You can tell the members had already known everything.” “This is so funny. ” Here is the video where Sung-jae gives his savage response to the dating rumor at BTOB’S V Live broadcast.

Many of them were also cracking up because of Sung-jae’s witty and funny response to the issue. That was the best response ever to dating rumors.” “That was so smart of you Yook Sung-jae! Or you guys can watch it right away on BTOB official account on V Live~!

Dalam taraf pembangunan bangsa dewasa ini manusia-manusia Indonesia sungguh memerlukan sekali warisan rohaniah yang terkandung dalam sastra-sastra daerah tersebut.

Kita yakin bahwa segala sesuatunya yang dapat tergali dari dalamnya tidak hanya akan berguna bagi daerah yang bersangkutan saja, melainkan juga akan dapat bermanfaat bagi seluruh bangsa Indonesia, bahkan lebih dari itu, ia akan dapat menjelma menjadi sumbangan yang khas sifatnya bagi pengembangan sastra Dunia.

Sejalan dan seirama dengan pertimbangan tersebut di atas kami sajikan pada kesempatan ini suatu karya sastra Daerah Jawa yang berasal dari Balai Pustaka, dengan harapan semoga dapat menjadi pengisi dan pelengkap dalam usaha menciptakan minat baca dan apresiasi masyarakat kita terhadap karya sastra, yang masih dirasa sangat terbatas.

Jakarta, 1978 Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah ————————————————————————- DAFTAR ISI Halaman Ringkasan 9 Raden Sadana, di dhukuh Medhangagung, dengan dihadap oleh pengasuhnya : kyai buyut Tuwa, kyai empu Cukat, dan kyai Wayungyang, sedang menerima kedatangan kakandanya, Dewi Sri.

Modal semacam itu, yang tersimpan dalam karya-karya sastra daerah, akhirnya akan dapat juga menunjang kekayaan sastra Indonesia pada umumnya.